Showing posts with label musibah. Show all posts
Showing posts with label musibah. Show all posts

Larangan Bagi Kaum Wanita dan Juga Kaum Pria Ketika Terjadi Musibah Kematian

8:45 AM Add Comment
Dari Abu Malik al-Asy’ari radhiyallahu ’anhu bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
« أَرْبَعٌ فِى أُمَّتِى مِنْ أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ لاَ يَتْرُكُونَهُنَّ الْفَخْرُ فِى الأَحْسَابِ وَالطَّعْنُ فِى الأَنْسَابِ وَالاِسْتِسْقَاءُ بِالنُّجُومِ وَالنِّيَاحَةُ ». وَقَالَ النَّائِحَةُ إِذَا لَمْ تَتُبْ قَبْلَ مَوْتِهَا تُقَامُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَعَلَيْهَا سِرْبَالٌ مِنْ قَطِرَانٍ وَدِرْعٌ مِنْ جَرَبٍ
“Empat hal yang terdapat pada umatku yang termasuk perbuatan jahiliyah yang susah untuk ditinggalkan: (1) membangga-banggakan kebesaran leluhur, (2) mencela keturunan, (3) mengaitkan turunnya hujan kepada bintang tertentu, dan (4) meratapi mayit (niyahah)." Lalu beliau bersabda, “Orang yang melakukan niyahah bila mati sebelum ia bertaubat, maka ia akan dibangkitkan pada hari kiamat dan ia dikenakan pakaian yang berlumuran dengan cairan tembaga, serta mantel yang bercampur dengan penyakit gatal.” (HR. Muslim no. 934).



Berikut Larangan Saat Terjadi Musibah Kematian

1. Meratapi mayit
 Rosulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam Bersabda
 "Perempuan yang meratap dan tidak bertaubat sebelum matinya maka pada hari kiamat dia akan dibangkitkan dalam keadaan mengenakan jubah dari ter dan dibungkus baju dari kudis."(HR.Muslim)

2. Menampar Nampar Pipi dan Merobek robek Kain Pakaian sebagai ekspresi perasaan tidak terima dengan takdir
Rosulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam Bersabda
"Bukanlah termasuk golongan kami orang yang menampar - nampar pipi, merobek robek kerah baju dan menyeru dengan seruan jahiliyah." (HR.Muttafaq'alaih)

3. Mencukur rambut karena tertimpa musibah
Sahabat Abu musa Mengatakan
"sesungguhnya aku berlepas diri dari orang yang Rosulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berlepas diri darinya. Rosulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berlepas diri dari shaaliqah, haaliqah dan syaaqqah." (HR.Muttafaq'alaih)
Shaaliqah adalah perempuan yang menangis dengan keras keras .
haaliqah adalah perempuan yang mencukur rambutnya ketika tertimpa musibah.
Syaaqqah adalah wanita yang merobek robek pakaiannya karena tidak terima dengan ketetapan takdir allah.
(lihat al wajiz, hal.162,Taisirul'Allaam,I/319)

4. Mengurai atau mengacak acak rambut
Hal ini berdasarkan salah satu isi janji setia kaum wanita kepada Rosulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu:
" (kami berjanji) untuk tidak mengacak acak rambut ketika tertimpa musibah" (HR.Abu Dawud)

dan inilah yang dianjurkan ketika ada kematian
Sedangkan amalan yang sangat dianjurkan adalah menyolati jenazah dan mengikuti iringan jenazah.
Rosulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam Bersabda,
"barang siapa yang menyolati jenazah dan tidak ikut mengiringi jenzahnya, maka dia mendapat pahala satu qirath: Ditanyakan kepada beliau, " apa maksud dari dua qirath?"beliau menjawab, "yang terkecil dari keduanya ialah serupa dengan besarnya gunung uhud." (HR.Muslim)

akan tetapi keutamaan mengikuti iringan jenazah ini hanya berlaku bagi kaum lelaki, bukan bagi kaum perempuan.
Ummu 'Athiyah Radhiallahu 'anha Mengatakan, "Kami (kaum wanita) dilarang untuk mengikuti iringan jenazah, namun beliau tidak keras dalam melarangnya." (HR.Muttafaq'alaih)

Sekitar 50 rumah terkena musibah longsor di Dukuh Tangkil dan Krajan, Desa Banaran, Kec. Pulung, Kabupaten Ponorogo

11:50 AM Add Comment



Telah terjadi tanah longsor Dukuh Tangkil dan Krajan, Desa Banaran, Kec. Pulung, Kabupaten Ponorogo. Dilangsir dari group facebook/icwp ada sekitar 50 rumah terkena musibah longsor, sebelumnya sudah ada tanda tanda akan terjadinya longsor, karena minim nya tempat pengungsian , mengakibatkan banyak nya penduduk tinggal di tempat tersebut. Namun ada juga jika malam hari penduduk sebagian mengungsi, kalau pagi kembali lagi.

Untuk saat ini belum terdeteksi adanya korban tanah longsor berapa dan juga yang luka, karena longsor terjadi sekitar Jam 07:30 pagi, kemungkinan banyak korban jiwa atau luka.

dari penduduk setempat dan pemerintah memohon bantuan sukarelawan untuk bencana longsor kepada kepolisian dan TNI. dan sebagian juga banyak berdatangan sukarelawan kelompok organisasi maupun daerah terdekat.

Untuk itu Mohon doa Untuk para korban semoga keluarga yang ditinggal di beri ketabahan dan kesabaran, serta semoga di beri kelancaran untuk para sukarelawan untuk megevakuasi para korban tanah longsor.

KANAL Ponorogo
link: Repostberita.com 
google.com, pub-7272292895066217, DIRECT, f08c47fec0942fa0