Telah terjadi tanah longsor di dusun dolopo desa kepel kecamatan ngetos Kabupaten Nganjuk menutupi sungai dengan ketinggian sekitar 10 m, sehingga menjadi bendungan alam, kejadian hr minggu tanggal 09-04-2017 sekitar 14.00wib.
Dijelaskan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nganjuk bahwa sekitar 3 hektare tanah yang longsor menutupi area sungai dengan ketinggian mencapai 10 meter. Akibatnya, muncul bendung alam yang area sekitar sungai. keseluruhan yang rawan sekitar 7 ha, tanaman cengkeh, mangga.
Korban: baru di duga 5 orang tertimbun :
1. Kodri umur umur 15 taun pelajar alamat sumber bendo ngetos
2. doni umur 23 swasta alamat sumber bendo
3. dwi umur 17 taun pelajar alamat sumber bendo
4. Bayu umur 14 taun pelajar sumber bendo
5. Paidi umur 55 swasta dusun njati desa blongko
Berikut Video Amatir Detik2 Longsor Itu Terjadi , Sumber Youtube : Begok Live
Demikian laporan disampaikan.apabila perkembangan dan sutuasi akan kami laporkan. Kanal ponorogo Link: www.Repostberita.com
Ponorogo (repostberita.com) - Berbagai upaya dilakukan untuk menemukan puluhan korban yang terkubur material longsor di Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Banaran, Kabupaten Ponorogo.
Bukan hanya tim gabungan gabungan SAR, BPBD, TNI dan Polri, yang terjun ke lokasi. Tidak hanya mengerahkan alat berat, anjing pelacak dan ribuan personil. Namun tim juga menggunakan cara mistis. Yakni meminta bantuan paranormal atau dukun di desa tersebut untuk mendeteksi keberadaan korban.
"Kami minta tolong paranormal juga. Ya mau tidak mau. Percaya tidak percaya. Dan itu bentuk kearifan lokal. Ya dimanfaatkan saja," kata Kepala Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Tri Budiarto, Kamis (5/4/2017).
Dia mengaku, terpaksa menggunakan paranormal karena timbunan longsor yang begitu tebal. Apalagi di sektor A yang mencapai 17 meter. "Kondisi timbunan sangat tebal. Kita tetap memerlukan bantuan paranormal. Biar bisa cepat juga. Karena tidak semua bisa tersisir dengan alat berat," tambahnya.
Namun, lanjut dia, paranormal yang dipakai tetap mereka yang mengetahui kondisi lokasi longsor. Yakni paranomal asli dari Desa Banaran. Diberitakan sebelumnya, hari keempat kemarin, Selasa (4/4/2017), evakuasi korban longsor yang dilakukan tim gabungan SAR, BPBD, Polri, TNI dan Dinkes tidak membuahkan hasil alias nihil. [mit/suf]
Izin melaporkan hari ini Minggu, 02 April 2017 dari atas lokasi titik 0 TKP gempa tanah longsor di dukuh Tangkil Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo.
Mari kita doakan bersama, semoga saudara kita semuanya yang terkena bencana senantiasa mendapat kekuatan dan kesabaran dan korban yang belum ketemu agar secepatnya bisa diketemukan. Amin
Setelah Survei di lapangan kejadian bencana alam tanah longsor, ternyata di luar prediksi masyarakat setempat. Yang di maksut di luar prediksi adalah longsornya tanah gunung tidak lurus ke bawah tetapi menyamping, perhatikan gambar di bawah ini.
karena di luar prediksi sebelumnya banyak masyarakat yang pada waktu itu melakukan kegiatan , salah satunya memanen jahe, namun nasib berkata lain banyak orang dari pemanen jahe itu tertimbun.
Namun hal ini jangan dikaitkan dengan yang aneh, Namun ini semua adalah kehendak Sang Kuasa,
Telah terjadi tanah longsor Dukuh Tangkil dan Krajan, Desa Banaran, Kec. Pulung, Kabupaten Ponorogo. Mohon ijin melaporkan hasil pantauan dilapangan.
Jenis Bencana: tanah longsor
Lokasi :
1. RT 2 RW 1 Dukuh Tangkil Desa Banaran Kec. Pulung
2. RT 3 RW 1 Dukuh Tangkil Desa Banaran Kec. Pulung Kab. Ponorogo.
Korban : diperkirakan sementara ada 17 korban jiwa
Kronologi : hujan dengan intensitas tinggi terjadi di wilayah Dukuh Tangkil Desa Banaran Kec. Pulung Kabupaten Ponorogo menyebabkan tanah longsor.
Tanah longsor yang terjadi di Dukuh Tangkil Desa Banaran Kec. Pulung disebabkan kontur tanah merah yang gembur, longsoran tanah diperkirakan sepanjang +_ 800 m dari titik nol dan amblas ke bawah +_ 10m.
Dampak :
Tanah longsor tersebut juga mengancam penduduk di :
1. RT 2 RW 1 yg terdiri 30 kk 120 jiwa
2. RT 3 RW 1 yg terdiri 20 kk 80 jiwa.