Showing posts with label MALANG. Show all posts
Showing posts with label MALANG. Show all posts

Maling Jeruk Yang Tertangkap Ternyata Masih Anak - anak

6:22 AM Add Comment
info media Penjaga kebun jeruk yang berada di Kecamatan Poncokusumo Malang mengamankan seorang pelaku yang masih anak dibawah umur saat mencuri jeruk. 



Pelaku AF (15) warga Desa Ngadirejo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang yang diserahkan ke UPPA Satreskrim Polres Malang, oleh penjaga kebun jeruk setelah mencuri jeruk. Pelaku  dalam melakukan aksi di kebun jeruk milik Bambang, di Desa Ngadireso, Kecamatan Poncokusumo atas ajakan pelaku lain yang kini ditetapkan menjdi DPO kepolisian.

Kedua DPO mengajak pelaku sambil mengancam harus mengikuti niat jahatnya. Keduanya inisial RD  dan RZ. Mereka beraksi pukul 9.00 wib dan tugas RD  merusak pagar kebun jeruk. Kemudian masuk untuk memetik buah dibantu pelaku yang sebelumnya bertugas mengawasi keadaan.

Hasil jeruk curian kemudian disembunyikan di tengah-tengah lahan tebu. Namun apesnya, saat akan membawa hasil curian kepergok penjaga Darmadi.  Sang penjaga membekuk AF setelah temannya mendorong pelaku sampai jatuh dan tertangkap penjaga.

Menurut AF  pelaku, dirinya sebelumnya menjadi pengawas dan akhirnya ikut membantu memetik sekitar 5 KG buah

Sementara itu, Iptu Indra Herlambang, KBO Satreskrim Polres Malang menjelaskan, pelaku mencuri jeruk telah  tertangkap penjaga. Kemudian diserahkan  ke pihak berwajib, serta membawa hasil curian sebanyak 130 KG.

Pura- pura Tawarkan Pekerjaan, Malah Bawa Kabur Ponsel

8:21 AM Add Comment


info mediaMALANG  Modus penipuan sudah berbagai cara ditemui di dunia kriminalitas saat ini. Seperti halnya pelaku penipuan yang diringkus Satreskrim Polsek Turen ini. Berdalih bisa memasukkan korban untuk bekerja di sebuah restoran, korban percaya ponselnya dipinjam pelaku. Namun malah dibawa kabur oleh pelaku.

Hadi Sungkono (19) warga Ampelgading, Kabupaten Malang harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan petugas Reskrim Polsek Turen. Pelaku sendiri, diringkus setelah melakukan penipuan kepada salah seorang perempuan yang dijanjikan untuk bisa bekerja di sebuah restoran di Malang. 

Perempuan tersebut bukannya mendapatkan pekerjaan yang dijanjikan, malah kehilangan ponsel yang dibawa kabur pelaku. Perempuan yang jadi korban penipuan ini sebelumnya dijanjikan bekerja di restoran dengan gaji Rp 1,6 juta. Sementara pelaku mengaku ponselnya sudah dijual oleh teman pelaku yang sedang dikejar polisi saat ini. 

Pelaku diamankan Satreskrim Polsek Turen, setelah membuat ulah dan dihadang warga Talok serta diteriaki maling oleh korbannya ketika janji yang diberikan tak kunjung datang ke korban. 

Menurut Iptu Purnomo, Kanitreskrim Polsek Turen mengatakan, pelaku diamankan warga setelah diteriaki maling. Pelaku yang masih remaja ini, kini hanya bisa merengek kepada petugas Reskrim Polsek Turen, kapan dirinya diperbolehkan pulang ke rumahnya.

DITINGGAL SUAMI TAHLILAN, ISTRI MALAH DI GARAP TEMAN

7:01 AM Add Comment
info me


MALANG - Sungguh tak tau malu, Ini adalah kisah seorang ibu rumah tangga di Dusun Baran Nongkosewu, Desa Karangnongko, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Ibu ini terpaksa melayani nafsu bejat teman suaminya. Itu dilakukan disaat suami tengah mengikuti tahlilan.

Keduanya Kepergok warga dan kini harus menanggung malu akibat perbuatanya.


Korban diketahui berinisial WJ (26). Dia digarap Choirul Anam (30), mengaku teman suami korban. Namun, di kehidupan sehari-hari pelaku juga dikenal sebagai residivis.

Semoga nasib seperti ini tidak menimpa keluarga kita.

KISAH INSPIRATIF Seorang Polisi di kota Malang Nyambi Jadi Pemulung

6:44 AM Add Comment
info media 

MALANG – Ditugaskan sebagai sebagai polisi penguji surat izin mengemudi (SIM) A, sebenarnya tidak sulit bagi Bripka Seladi, 58, jika ingin mencari keuntungan dengan cara membebankan receh tambahan kepada para peserta pencari SIM.

Tetapi selama 16 tahun bertugas, cara itu tidak pernah Seladi lakukan. Pria paruh baya yang bertugas di Satlantas Polres Malang Kota, Jawa Timur itu memiliki cara sendiri untuk mendapatkan penghasilan tambahan, yakni menjadi pemulung sampah.

Usaha sampingan itu sudah ia jalani sejak 2008 silam. Awalnya Seladi mencari sampah plastik serta rongsokan di lingkungan kantornya yang dikelilingi banyak toko. Tetapi karena sudah ada pemulung lain, ia memutuskan memulung di lokasi berbeda. Layaknya pekerjaan sampingan, aktivitas itu hanya ia lalukan ketika senggang.Delapan tahun menyambi sebagai pemulung, bau busuk dan rasa jijik tidak lagi digubris Seladi. Berkat ketekunannya, Seladi kini sudah memiliki gudang sendiri untuk menampung sampah hasil buruannya maupun setoran pemulung lain.

Awalnya pekerjaan Seladi memulung sampah itu kerap dicibir oleh rekan kerja dan orang sekitarnya. Meski begitu ia mengaku tidak pernah merasa malu maupun minder.

“Sampah ini kan sangat bisa menjadi uang. Kan sayang, kalau rezeki kenapa harus dibuang-buang?” ungkap Seladi ketika dijumpai di gudangnya sebagaimana dikutip Solopos.com dari laman Okezone, Kamis (19/5/2016).

Ketika ditanya tentang penghasilan, Seladi mengaku bisa mendapat Rp25.000 hingga Rp50.000 per hari dari usaha sampahnya itu. Penghasilan itu ia kumpulkan untuk biaya anaknya, Dimas masuk hingga lulus di akademi kepolisian.

Padahal andakan Seladi mau sedikit licik di tempatnya bertugas, bukan tidak mungkin saat ini ia mengantongi uang lebih banyak. Tetapi menurutnya uang tersebut tidak barokah. Lewat pekerjaan sampingan itu ia juga ingin memberi contoh untuk anaknya.

“Seumpama mau terima [suap], saya bisa jadi kaya. Tidak minta saja kadang diberi. Bayangkan kalau per orang Rp50.000 dan sehari itu ada 10 orang. Bisa dihitung sendiri itu kalau dilakukan selama 16 tahun,” papar Seladi sambil tertawa.

Satpol PP Malang Dipersenjatai dan Dilatih Kopasus

9:09 PM Add Comment
info media 


Sebentar lagi, Satpol PP di Kota Malang, Jawa Timur akan dipersenjatai. Pemkot setempat akan melakukan pengadaan senjata api untuk melengkapi kinerja Satpol PP. Menurut Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Agoes Edy Poetranto, dalam waktu dekat ia akan segera membangun sinergi dengan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD terkait dengan pendidikan dan pelatihan.

Tujuannya, untuk meningkatkan kemampun dan ketangkasan anggota satpol PP dalam menggunakan senpi.
”Mereka yang akan dibekali dengan senpi, akan dites terlebih dahulu terkait dengan kesehatan, psikologi, serta kelengkapan perizinan yang rekomendasi dari kepolisian,” ujar Agoes.

Ia mengatakan, senpi yang digunakan juga tidak berbahaya, karena hanya peluru hampa.
”Ini hanya untuk melemahkan saja.\
Nantinya, tidak semua petugas satpol PP menggunakan senpi. Menurut Agoes, yang dipersenjatai hanyalah ’perwira’ atau unsur pimpinan yang ada di satpol PP. Seperti komandan, sekretaris, kepala bidang, kepala seksi, komanda pleton, dan komandan regu.

”Itu pun ada protap dan SOP, senjata tersebut hanya digunakan saat bertugas saja,” terang Agoes.
Agoes mengaku, dana untuk pengadaan ini sudah tercantum di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Malang.
google.com, pub-7272292895066217, DIRECT, f08c47fec0942fa0