Bagaimana rasanya Bapak ibunya belum ditemukan tertimbun longsor dengan ditinggali 5 adik , yang beberapa masih sd san smp dia adalah kakak tertua dari 6 bersaudara yg terkena musibah. Bapak ibunya tertimbun saat manen jahe dengan motivasi supaya jahenya tidak kelongsoran.
Bagaimana hanya dalam waktu 3 detik longsor menghasilkan duka mendalam, bagaimana pola longsor yg tidak bisa dinalar dengan akal manusia, bagaimana seseorang selamat dari longsor karena disuruh ganti baju dan ambil karung saat manen jahe, bagamana seorang bapak dan anak sudah siap lari dengan sepeda motor saat akan terjadi longsor tetapi motornya tidak bisa nyala saat diselah yg akhirnya ayah berserta anak dlm posisi boncengan ini juga tertimbun.
Bagaimana istri melihat dengan mata kepala sendiri suaminya dilahap tanah gembur tanpa komponen air, bagaimana saat ibu dan anak usia skitar 5 tahun tertimbun di rumah saat memasakan suaminya, bagaimana para pemain dadu dan remi semalem suntuk sampe pagi keasikan main juga tertimbun disana, bagaimana orang malemnya gendurenan syukuran habis beli mobil paginya mobil tertimbun.
Bagaimana seorang perangkat desa yg bermaksud untuk melarang para petani dan menghimbau meninggalkan kebun jahe, sekaligus memfoto lokasi untuk bahan laporan justru juga ikut tertimbun dan belum ditemukan, bgamana anak kecil yang sekolah dipanti pulang ayahnya dikabarkan ikut tertimbun yang belum ditemukan serta menangis terus menerus.
Bagaimana rasanya saat kedua orang tuanya meninggal bukan karena memanen jahenya sendiri tapi membantu memanen punya kerabatnya, yang sebenarnya rumah dan ladangnya aman tidak kena longsor. bagaiman rasanya seorang anak yg akhir tahun sudah akan merencanakan pernikahan belum sampai disana kedua orang tuanya sudah meninggal, bagaimana rasanya seorang anak yang beberapa hari kedepan akan ada undangan wali murid an sementara orangtuanya juga tertimbun. wallohua'alam Bishowaf
#Sumber : 2 orang saksi mata yg melihat langsung kejadian yg semuanya pingsan tanpa kena percikan lonngsor tetapi melihat langsung kejadian, baru sadar saat sudah dioksigen dirumahnya kepala desa.
Bintoro, Bekiring, Pulung, Ponorogo
02 April 2017
Bagaimana hanya dalam waktu 3 detik longsor menghasilkan duka mendalam, bagaimana pola longsor yg tidak bisa dinalar dengan akal manusia, bagaimana seseorang selamat dari longsor karena disuruh ganti baju dan ambil karung saat manen jahe, bagamana seorang bapak dan anak sudah siap lari dengan sepeda motor saat akan terjadi longsor tetapi motornya tidak bisa nyala saat diselah yg akhirnya ayah berserta anak dlm posisi boncengan ini juga tertimbun.
Bagaimana istri melihat dengan mata kepala sendiri suaminya dilahap tanah gembur tanpa komponen air, bagaimana saat ibu dan anak usia skitar 5 tahun tertimbun di rumah saat memasakan suaminya, bagaimana para pemain dadu dan remi semalem suntuk sampe pagi keasikan main juga tertimbun disana, bagaimana orang malemnya gendurenan syukuran habis beli mobil paginya mobil tertimbun.
Bagaimana seorang perangkat desa yg bermaksud untuk melarang para petani dan menghimbau meninggalkan kebun jahe, sekaligus memfoto lokasi untuk bahan laporan justru juga ikut tertimbun dan belum ditemukan, bgamana anak kecil yang sekolah dipanti pulang ayahnya dikabarkan ikut tertimbun yang belum ditemukan serta menangis terus menerus.
Bagaimana rasanya saat kedua orang tuanya meninggal bukan karena memanen jahenya sendiri tapi membantu memanen punya kerabatnya, yang sebenarnya rumah dan ladangnya aman tidak kena longsor. bagaiman rasanya seorang anak yg akhir tahun sudah akan merencanakan pernikahan belum sampai disana kedua orang tuanya sudah meninggal, bagaimana rasanya seorang anak yang beberapa hari kedepan akan ada undangan wali murid an sementara orangtuanya juga tertimbun. wallohua'alam Bishowaf
#Sumber : 2 orang saksi mata yg melihat langsung kejadian yg semuanya pingsan tanpa kena percikan lonngsor tetapi melihat langsung kejadian, baru sadar saat sudah dioksigen dirumahnya kepala desa.
Bintoro, Bekiring, Pulung, Ponorogo
02 April 2017


0 Komentar