Repost: SETENPO
Sedulur, fenomena tanah longsor maupun tanah gerak yang terjadi di kabupaten Ponorogo membuat banyak prihatin. Beragam analisis lahir, dari pengamatan ilmiah maupun mistis. Menyikapi hal tersebut admin mencoba memberikan sebuah wacana sederhana yaitu “Ngelmu Katon” alias mengamati dengan panca indera apa yang sebenarnya terjadi.
Tidak perlu jauh ke Pegunungan, jika anda ingin mengamati penyebab fenomena longsor di Ponorogo anda bisa mengamati fenomena tersebut tak jauh dari kota. 2 KM lurus dari Pasar Pon ke arah utara terdapat sungai Juranggandul. Ada perbedaan kontras di tempat tersebut dengan dibatasi jembatan yang ada, sisi selatan jembatan tebingnya banyak yang longsor sementara sisi utara relatif aman.
Jika anda amati, di sisi selatan minim pepohonan, jika ada itupun jenis pepohonan yang tidak berakar kuat, sementara di sisi utara tebing dirambati akar pepohonan yang mengikat dan melindungi tanah dari gerusan air hujan.
Fenomena tanah longsor Ponorogo sebenarnya bukan sebuah hal yang “tiba- tiba” terjadi namun imbas dari penebangan pohon besar besaran yang terjadi sejak awal tahun 2000an. “ Jaman Gus Dur itu banyak orang yang salah paham, beliau bilang “hutan milik rakyat” itu artinya agar dijaga sebaik baiknya oleh rakyat sendiri, tapi malah ditebangi semaunya, akhirnya hutan jadi gundul, banyak musibah longsor dan banjir” ucap warga di Ponorogo selatan yang pernah admin wawancara.
Monggo fenomena ini dijadikan pelajaran,mari kembali hijaukan lahan yang kita miliki.
Sc: Semua Tentang Ponorogo
Sedulur, fenomena tanah longsor maupun tanah gerak yang terjadi di kabupaten Ponorogo membuat banyak prihatin. Beragam analisis lahir, dari pengamatan ilmiah maupun mistis. Menyikapi hal tersebut admin mencoba memberikan sebuah wacana sederhana yaitu “Ngelmu Katon” alias mengamati dengan panca indera apa yang sebenarnya terjadi.
Tidak perlu jauh ke Pegunungan, jika anda ingin mengamati penyebab fenomena longsor di Ponorogo anda bisa mengamati fenomena tersebut tak jauh dari kota. 2 KM lurus dari Pasar Pon ke arah utara terdapat sungai Juranggandul. Ada perbedaan kontras di tempat tersebut dengan dibatasi jembatan yang ada, sisi selatan jembatan tebingnya banyak yang longsor sementara sisi utara relatif aman.
Jika anda amati, di sisi selatan minim pepohonan, jika ada itupun jenis pepohonan yang tidak berakar kuat, sementara di sisi utara tebing dirambati akar pepohonan yang mengikat dan melindungi tanah dari gerusan air hujan.
Fenomena tanah longsor Ponorogo sebenarnya bukan sebuah hal yang “tiba- tiba” terjadi namun imbas dari penebangan pohon besar besaran yang terjadi sejak awal tahun 2000an. “ Jaman Gus Dur itu banyak orang yang salah paham, beliau bilang “hutan milik rakyat” itu artinya agar dijaga sebaik baiknya oleh rakyat sendiri, tapi malah ditebangi semaunya, akhirnya hutan jadi gundul, banyak musibah longsor dan banjir” ucap warga di Ponorogo selatan yang pernah admin wawancara.
Monggo fenomena ini dijadikan pelajaran,mari kembali hijaukan lahan yang kita miliki.
Sc: Semua Tentang Ponorogo


0 Komentar